Tentang ku

Kepak sayap ini pernah
luka..sekarat..sebab
Torehan duri
saat sejenak hinggap pada setangkai mawar

Aroma wewangian,
Keindahan warna dan struktur,
Menghalangi kejelasan pandangan
Kebeningan hati
Kejujuran nalar

Luka itu membuat ku mengabaikan kebesaranMu
keagunganMu
kecintaanMu
kasih sayangMu..

Kumelangkah tanpa arah tanpa tujuan
Enggan ku memandang padang mawar yang menghampar
Kupalingkan wajah pabila tercium aroma lembut di sekitarku
Karena ku tak mau mabuk lagi
Ku tak mau terluka lagi

Saat suatu senja
Ku lihat yang beda..
Mawar kah ? Sepertinya bukan..
Anggrek ? juga bukan..
Entahlah..apapun jenisnya..
Yang kutahu, kurasakan sesuatu

Kegetiran..
Kemandirian seirama keletihan
Ada apakah Tuhan ??
Harus dia kah ??

Coretan warnanya
Aroma yang tak tercium
Lekuk yang tak berbentuk
Keindahan yang rentan
Unik…

Kuingin melindunginya
Kuingin menjaganya
Kuingin menjadi matahari paginya
Kuingin menjadi bintang terangnya
Dengan sayap yang terluka ini

Sayup rantai bersuara
“abaikan..abaikan..”
Mengikat kaki membuatku diam
Ku tak kuasa..
Ku tak mampu menghampirinya..

Tuhan,
Jika dia menjadi penyembuh lukaku
Bantu aku bebas dari rantai ini
Jika dia menjadi penerang dariMu
Bantu aku menyiapkan ruangku
Jika dia dari bagian rusukku
Bantu aku menjadi penguatnya
Jika dia adalah bagian hidupku
Bantu aku menjadikan hidupnya indah

– Bandung, 7 Januari 2009 –

Posted in Intermezzo.

Leave a Reply