Seberapa Berartinya Dirimu Bagi Orang Lain

sama-sama belajar ya.. !!
——————————-

Apa makna dirimu bagi orang lain ??
Berartikah dirimu bagi orang lain ??

Kalimat2 tanya itu yang selalu ku coba tanyakan pada diriku sendiri.. Tidak disetiap hembusan nafas memang, hanya disaat ku merasa harus melakukan introspeksi..
Dimana saja, kapan saja, dan triggernya bisa apa saja..
Jika butuh waktu khusus, ku pilih kontemplasi di atas mio-ku sambil menikmati Bandung malam hari.. sambil merasakan angin malam yang terkadang membuatku menggigil.. (selain waktu istimewaku, saat aku bercengkrama bersama Allah-ku, tentunya.)

Aku takut kalau keberadaanku tidak dianggap ada oleh sekitarku. Bukan karena sifat narsisku, yg pingin eksis !! Tapi lebih takut kalau keberadaanku tidak bermakna apapun bagi orang lain !!
Terus.. kalau ada atau tidaknya aku, tidak menjadi masalah bagi org lain, untuk apa Allah bikin aku ?? Hanya berarti bagi diri sendiri ?? Sedih.. Miris.. Kualitas hidup manusia yg rendah, menurutku..

Teringat kalimat bijaksana dari seorang ustad, “coba introspeksi tentang keberadaanmu : ” (Redaksionalnya jelas tidak sama dg ustad tersebut.)

  • Kalo kamu ada, org lain bahagia. Kalo kamu gak ada, org lain akan merasa sgt kehilangan. Kerinduan yg besar akan keberadaan kamu, bg org lain.
  • Kalo kamu ada, org lain bahagia. Kalo kamu gak ada, org lain biasa2 aja. Ketidak beradaanmu masih bisa tergantikan oleh yg lain, walaupun ada rasa kehilangan.
  • Kalo kamu ada, org lain justru tidak begitu nyaman. Kalo kamu tidak ada, org lain menganggapnya hal biasa saja.
  • Kalo kamu ada, org lain tidak bahagia. Kalo kamu tidak ada, org lain justru sgt bahagia.
  • Ada atau tidaknya kamu, dianggap bukan hal penting bagi orang lain.

Idealnya, keberadaanku bisa berarti bagi orang lain. Berarti positif, bagi orang lain. Hanya saja, assessment dilakukan oleh orang lain.. Bukan diri sendiri.

Implementasinya luas, dan tidak bisa di generalisir untuk semua orang, semua kasus, semua waktu !!

Komunitas yg lebih memilih membagi susu di jalanan ke anak2 jalanan daripada memberi uang, jelas keberadaanya sangat positif. Salut untuk mereka. Luv u guys.. Keep the spirit yach !!

Keberadaan tim Kabayan dan Phinisi (kontingen programming contest internasional – Imagine Cup) bagi IT Telkom jelas sangat positif. Ganbatte guys !!

Beberapa teman dosen dan mahasiswa/i, yang dewasa dan bijaksana, sering menjadi “guru” atau “reminder/alarm” dalam menjalani episode kehidupanku. Keberadaan mereka jelas berarti bagiku..

Cleaning service yang tetep senyum dan ikhlas saat melakukan tugasnya, juga sangat berarti keberadaannya. Sehari saja mas Endang tidak masuk kerja, tidak terbayangkan betapa kotornya lantai dan sampah yang menumpuk di gedung IF.

Lalu bagaimana dg RVI sebagai penguji sidang ?? Keberadaannya tidak diharapkan ada oleh mahasiswa/i yg akan disidang. Kata mereka, seperti bad dream jika dapat penguji RVI yang notabene ‘menakutkan’. Bahkan sampai ada yang tidak bisa bicara apa-apa saat RVI tanya hal simpel. Begitu menyeramkan kah ???
Bagaimana dg RVI sebagai dosen MK ?? Mungkin mahasiswa sering berdoa agar tidak masuk shg tidak ada kuliah. Yang ini memang umum dilakukan oleh kebanyakan mahasiswa/i.
Menyedihkan bagi RVI..

Aku sebagai mama bagi Putri, jelas keberadaanku sangat berarti baginya. Tapi.. apakah aku telah memberikan semua hak-nya sebagai anak dan amanat dari Allah ?? Sepertinya belum.. 🙁

Saat ku temukan seseorang yg sangat berarti bagiku, sangat memberikan dampak positif bagiku, dan keberadaannya sangat aku perlukan.. Maka aku akan fight semaksimal yang aku bisa (teknisnya yg sesuai kaidah agama, tentunya) agar orang itu ‘ada’ bagiku.!!
Tapi jika tidak berarti apapun, letting go..!!
Refleksi… jika ternyata keberadaanku tdk menjadi hal penting sama sekali..tidak berharga sama sekali..tidak bermakna sama sekali..tidak bermanfaat sama sekali.. org akan malakukan hal yg sama
(tdk pernah akan fight.. tidak akan pernah!!).
Like this time..

Posted in Intermezzo.

Leave a Reply