Tuhan … Please

Ada rasa yang menyelinap ke dalam relung hati ini… perlahan… tapi terasa sangat.
Begitu damai…
Membahagiakan…
Menyejukkan…
Menciptakan asa di setiap partikel hati ini…
Awalnya… hanya awalnya.. !!

Kemudian rasa ini begitu membingungkan…
Tidak lagi mendamaikan.
Tidak lagi membahagiakan.
Tidak lagi menyejukkan.
Bahkan asa-ku menjadi makin samar..
Perlahan namun pasti….

Kubisikkan semua rasa ini di telinganya
Kuceritakan kerinduanku ini di dekat hatinya
Tapi…dia…
Tidak pernah melihatku
Tidak pernah mendengarku
Terus menjauh, hanya punggungnya yang selalu menatap seraya berkata
“aku tidak bisa, maaf..”

Seandainya sejenak saja dia berhenti melangkah untuk mendengarkan lirih suaraku…
Seandainya sedikit saja Allah membuka jendela hatinya untukku..
Seandainya…
Seandainya…

Tuhan… rasa ini hadir atas ijin-Mu
Diamnya dia juga atas ijin-Mu
Semua terjadi atas ijin-Mu

Keyakinan bahwa satu saat Engkau akan mencabut rasa ini, sangat besar
Tapi kapan… ???
besok.. ?? lusa.. ?? bulan depan.. ??
tahun depan.. ?? 5 tahun lagi.. ?? 10 tahun lg.. ??

Tuhan.. apa yang harus hamba lakukan… ??
Tuhan yang baik.. tolong jawab..
P l e a s e…

25 Oktober 2008

*U/ seseorang yang tidak akan pernah bisa ku miliki….
Kamu begitu sempurna di mata ku…

Posted in Intermezzo.

Leave a Reply