Sharing Knowledge dari Seorang Teman

“Eh, elo mau gak dikenalin ma temen gw ?? orangnya baik kok.” tanya Arief saat kami hang-out di Dago
“Ehm…boleh. Namanya juga silaturahmi, gw yakin banget pasti banyak banget manfaatnya. Itu jaminan Allah kan..” jawabku santai
“Oke, minggu depan yah…” jawabnya singkat sambil tersenyum yang tidak jelas maknanya.

Seminggu kemudian terjadi silaturahmi yang di janjikan di tempat yang sama. Mie Sumpit di Dago Plaza. Makanannya yummy dan tempat yang nyaman untuk melihat aktifitas anak-anak muda bandung, menghabiskan weekend mereka. Anak-anak muda yang bebas bahkan terlihat sangat bebas beraktifitas seperti anak panah yang baru lepas dari busurnya…

“Assalamu ‘alaikum…Tantan..” ucapnya pertama kali sambil tersenyum.
Good looking…!!! kesan pertama yang aku tangkap dari penampilannya. Untuk skala 1-10, aku berani kasih nilai 8 untuk dia. Hanya 8..!!
Nilainya bertambah jadi 9…kalau dia jadi imam-ku. :p
Nilainya jadi 10.. nilai sempurna…kalau dia mampu membuat Allah makin sayang aku, membuat Allah memberikan kebahagiaan dunia akhirat ke aku… 🙂

Seperti perkiraanku di awal, pasti banyak manfaat dari silaturahmi. Aku jadi tahu kapabilitas dari seorang Tantan. Acung jempol lah untuk dia.
Dan yang terfikir langsung saat itu adalah “mengorek” ilmu dari dia agar bisa aku sharing ke mahasiswa/i. Aku harus segera wawancara dia dan minta ijin untuk di publish.
Alhamdulillah, akhirnya boleh juga…

Pernah denger nama Bubur Ayam Jalaprang??
Pernah ngerasain Bubur Ayam Jalaprang ??
Aku pernah denger namanya, karena aku sering melewati beberapa lokasi dimana terpampang nama Bubur Ayam Jalaprang.
Aku pernah ngerasain itu bubur, dan rasanya benar2 gurih & enak banget.
Iya sih, lidah ku cuma mampu merasakan 2 citarasa makanan : enak dan enak sekali.
Tapi yang satu ini aku gak bohong, untuk sebuah bubur sangat beda rasanya.
Ternyata dari proses pembuatan, resep yang digunakan, quality control terhadap rasa, dan bahan-bahan dasarnya bener-bener berkualitas dan halal.
Itu mungkin yang membuatnya terasa beda.

Aku baru tahu kalau owner-nya Tantan Erlan.
Cowok kelahiran 22 Mei 1974 ini mampu memiliki cabang buburnya 21 buah hanya dalam kurun waktu 7 bulan. Belum lagi bisnis lainnya yang digelutinya. seperti baju muslim, sepatu, sandal, dll.. sukses lah di usianya yang baru 35an.
Jauh lah dibanding aku yang cuma seorang dosen. (iya sih aku gak punya cabang bisnis, tapi aku punya ribuan mahasiswa sebagai teman.. :p )

Dari wawancara tsb aku dapat banyak hal yang bisa aku share di sini, untuk mahasiswa/i, untuk siapapun yang merasa butuh bukti nyata sebagai motivator dalam bisnis. Semoga….
Background pendidikan bos muda ini Sarjana Teknik Planologi. Tapi apa yang digeluti sekarang bener-bener jauh dari kuliahnya dulu. Bener-bener banting setir.
Dia tidak pernah belajar dari teori-teori bisnis di buku-buku, tapi langsung terjun bebas. Hidup itu memang susah diprediksi ya.

Beberapa trik keberhasilannya aku coba rangkum di sini :

  1. Mencari lokasi yang tepat (dekat dengan penduduk, dekat kost mahasiswa/perkantoran, parkir, jalanan / dilalui kendaraan umum, keramaian
  2. Modal (all out, janga setengah-setengah). Dan dana itu adalah dana sendiri bukan pinjaman dari bank manapun.
  3. Harus mempunyai tujuan akhir atau target akhir yang jelas dan terukur. (jadi inget mata kuliah prokom / Pemrograman Komputer, ada istilah initial state dan final state, :p )
  4. Target / tujuan harus selalu diupdate, disesuaikan berdasarkan kebutuhan pribadi dan faktor-faktor eksternal yang menuntut terjadinya perubahan.
  5. Terus mencari lokasi baru untuk pengembangan.
  6. Pegawai yang diterima adalah hasil referensi dari pegawai yang sudah bekerja dengan dia sebelumnya. Syarat utamanya harus jujur, yang sholeh. dan tentu saja yang berkompeten. (Tidak ada pertanyaan IPK ??)
  7. Sangat percaya terhadap resep keluarga, sehingga tidak diubah atau dimodifikasi rasanya. Dan melakukan monitoring terus terhadap kualitas rasa.
  8. Marketing yang digunakan : pamflet, blog, FB, orang
  9. Jika ada ide pengembangan, langsung realisasikan jangan ditunda-tunda.
  10. Percaya cabang-cabang pada orang2 yang dianggap mampu mengembangkan bisnis.
  11. Selalu mencari peluang obyek bisnis yang ada, meskipun itu berbeda dengan bisnis bubur.
  12. Lebih percaya keluarga sendiri.
  13. Bekerja sama dengan pihak-pihak yang mungkin memberikan keuntungan lebih.
  14. Niat / tujuan baik (untuk orang banyak) dalam tiap aktifitas dan Doa !!

Permasalahan yang sering muncul dalam pengembangan :

  1. Malas (ternyata kata ini masih menjadi ‘trend’ di manusia manapun di bidang apapun.. :p)
  2. Analisa lokasi yang tidak mudah
  3. Cari pegawai yang jujur ternyata susah
  4. Manajemen belum begitu rapih

Ada hal menarik lainnya yang bisa aku ceritakan.
Bisnis bubur sebetulnya sudah digeluti sejak tahun 2003, tapi baru 7 bulan terakhir perkembangannya melesat sampai memiliki 21 cabang.
Kenapa ??? itu pertanyaan yang timbul di pikirannku.
Ternyata menghilangkan rasa malu dari seorang sarjana teknik menjadi pebisnis bubur, tidak mudah !!! Dampaknya, aktifitas yang dilakukan tidak sepenuhnya dengan hati dan tidak sungguh-sungguh maksimal dalam berusaha.
Selain itu bisnis yang lambat di awal-awal, karena dia tidak berani ambil resiko dari setiap langkahnya.
Ehm…ini pernah terjadi juga di diriku walaupun di bagian kehidupan yang berbeda, tapi dampak yang terjadi sama !!!
“Penurunan kualitas hidup sebagai manusia !!! Tidak memanfaatkan hati dan akal secara maksimal..”

Hal-hal yang menjadi motivator bos muda ini adalah :
– Menyadari salah satu kelebihannya, nekat (tapi tetap dengan rencana yang matang)
– Mencari penghasilan yang lebih besar daripada harus bekerja sama orang lain,
– Keluarga secara turun temurun bergerak di bisnis bukan karyawan orang lain,
– Pencinta bubur ayam

Duh… bicara tentang bubur, jadi pingin makan bubur ayam Jalaprang tapi ditemenin ownernya… 🙂
Buburnya bersih, sehat, dan halal plus hati senang karena bisa lihat senyum manis ownernya.
Tambah menyenangkan lagi karena GRATIS… :p

Thx ya Tan…semoga sharing ini bisa bermanfaat untuk siapapun.
Sekecil apapun yang bisa diberikan, semoga dapat menjadi hal positif bagi orang lain.
Semoga bisnisnya lancar terus.. semoga mimpi-mimpi kamu bisa segera terwujud..!!!
Amien..

Posted in Intermezzo.

Leave a Reply