Kado Untuk Mama Tercinta

Sudah masuk tanggal 22 Desember 2009, dan aku masih belum menemukan hadiah apa yang bisa kuberikan untuk mama. Kebingungan muncul karena keteledoranku, mungkin. Tidak berfikir jauh-jauh hari sebelumnya tentang hadiah, tidak menempatkan hal ini menjadi prioritas penting, tidak membuat reminder di HP untuk mencari kado…… sampai akhirnya muncul kebingungan ini. Menyebalkan… !!

 

Kubuat list kado yang mungkin bisa ku berikan : pakaian (tidak tahu ukuran badan mama sekarang), puisi (baru tahun kemarin kuberikan), kabar aku menikah lagi (sangat tidak mungkin, belum ada yg melamar), emas (sudah terlalu banyak yang dimiliki), transfer uang biar mama cari sesuai kebutuhannya (sangat gak sreg di hati)… Masih belum menemukan kado istimewa untuk mama. Mau marah ke diri sendiri… !!

 

Tiba-tiba terlintas di pikiranku, untuk menyanyikan lagu fenomenal Bunda-nya Melly. Lalu aku googling di internet, mencari lagu Bunda dan chord-nya. Setelah ku dapat, kucoba memainkan chord yang kudapat dengan petikan gitar, lalu kucoba menyanyikannya sambil memainkan gitar. Hmmm….. Sepertinya bisa, insya Allah. Tinggal membuat detil rencana teknisnya. Ku tentukan target yang ingin ku capai (final state-nya) : membuat surprise untuk mama, dan dia bisa merasakan kerinduan dan kecintaanku yang sangat padanya. Lalu ku mulai berfikir…. Berfikir… Berfikir…. Setelah ku dapat, ku mohon pada Allah agar rencanaku diijinkan berjalan sesuai rencana. Ku berdoa pada-Nya. Mulai bisa tersenyum… !!!

 

Jam 07.00 aku ngajar Pemrograman Komputer. Setelah shalat shubuh, aku sms mama “Ma, sekitar pukul 07.00 – 07.15 jangan lakuin aktifitas yang membuat mama jauh dari HP ya. Nanti novi mo telp mama, ada hal penting banget! Makasih ma..”.

Lalu aku siap-siap ke kantor. Ku bawa gitar dan kutinggalkan laptop di rumah.

Putri tanya : “Mama, mo ngamen ??” Aku cuma tersenyum, dan kuberikan informasi yang bisa dia pahami. Lalu aku berangkat ke kantor. Bismillah… !!!

 

Sesampai di ruang kelas, mahasiswa terlihat senang. Saya pernah janji ke mereka, saya juga akan menyanyi untuk mereka karena saya beberapa kali telat datang mengajar (peraturan di kelas kami, siapapun yang telat datang boleh diijinkan masuk kelas dan mengikuti proses belajar mengajar dengan catatan harus menyanyi !!). Saya pingin, hari ini saya bisa memenuhi janji saya dan saya ingin memberikan kado untuk mama juga. Lagian, materi tinggal 1 lagi, dan insya Allah hari ini semuanya beres. Waktu yang tepat menurutku.. !!!

 

Ku mulai menceritakan rencanaku ke mahasiswa, dan kenapa aku melakukan ini sekarang. Karena “This is a mother’s day”. Ku minta para mahasiswa tidak ribut saat aku bernyanyi, dan jangan tertawa keras2 sejelek apapun suaraku, sesalah apapun petikan gitarku.

“Oke bu, tenang aja” jawab mereka.

Lalu ku telp mama yang berada di Purwokerto.

Setelah di angkat ku bilang “Selamat Hari Ibu, ma… Maaf bangeeet novi gak kasih mama kado. Dari kemarin bener-bener sibuk urus akad rumah dan kerjaan. Maaf ya ma… ”

Lalu terdengar suara mama “Iya nduk, gpp. Mama udah seneng kok kamu telp. Yang penting kamu harus kuat, sabar, banyak tahajud. Jangan lupa, putri dijaga. Meskipun sendiri, kamu harus bisa jaga putri !!”.

Aku tersenyum “Iya ma, insya Allah. Mohon doanya ya ma.. Ma novi lagi di ruang kelas, lagi ngajar. Ini mahasiswa lagi dengerin novi telp mama. Say Hi dong.. !!” kusuruh mahasiswa menyapa mama.

“Hallo tante…Selamat Hari Ibu”. Rame suara mahasiswa terdengar. Mama pasti bingung disana. hehehe…

“Gpp kok ma.. Novi cuma mo nyanyi untuk mama sebagai kado Hari Ibu. Mama dengerin ya…” lalu kuletakkan HP di meja., Kutenangkan hati, karena ini kali pertama aku perform di depan mahasiswa sekelas. Bismillah… !!!

 

Kumulai memetik gitar mengikuti chord, dan kumulai menyanyikan syair yang tertulis “Ku buka album biru. Penuh debu dan usang. Ku pandangi semua gambar diri. Kecil bersih belum ternoda… Pikirku pun melayang. Dahulu penuh kasih. Teringat semua cerita orang. Tentang riwayatku… Kata mereka diriku slalu dimanja. Kata mereka diriku slalu ditimang… Nada-nada yang indah. Slalu terurai darimu. Tangisan nakal dari bibirku. Takkan jadi derita… Tangan halus dan suci. Tlah mengangkat tubuh ini. Jiwa raga dan seluruh hidup. Tlah dia berikan… Kata mereka diriku slalu dimanja. Kata mereka diriku slalu ditimang… Ooh bunda ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku…” terus syair lagu itu kunyanyikan.

Aura kerinduan & kesedihan mulai memenuhi ruang kelas. Beberapa kali sempet terdengar hanya suara gitar saja, atau justru terdengar suaraku yang rada sengau karena airmata yang sudah tidak bisa ku tahan. Bener-bener banyak dosa ke mama… !!!

 

Setelah selesai, kuletakkan gitar. Ku gunakan tissue untuk membersihkan airmata. Lalu kulihat mahasiswa yang ada di hadapanku. Kenapa tampang mereka jadi sedih begitu ?? Mungkin mereka juga merasakan hal yang sama… Kerinduan, kecintaan, rasa bersalah, terhadap ibu mereka.

Ku angakat gagang telp lagi, “Ma, udah selesai lagunya…”.

Terdengar isak tangis di sebrang sana. Mama menangis… Haru kah ?? Bahagia kah ??

“Kenapa nangis ma ?? Gak enak ya suara novi ?? Maaf ya ma…” tanyaku kemudian.

“Bukan nak !! Mama seneng dengernya. Seneng bangeeeet. Mama terharu. Mama gak nyangka dapat kado seperti ini. Kamu sibuk dengan kerjaan, mhs, putri, cari uang untuk rumah…tapi masih sempet berfikir kasih kado seperti ini. Berarti kamu kan harus belajar nyanyi dulu… Mama jadi sedih banget. Mama ngerasa bersalah. Karena disaat seperti ini, malah mama gak ada di samping kamu. Ga bisa nemenin kamu. Gak bisa bantu kamu…” jawab mama sambil terisak nangis.

 

Ku tinggalkan ruang kelas sambil memberi tanda ke mahasiswa, ijin dulu sebentar ke luar ruang. Mahasiswa mengerti.

“Udah ma, mama udah bantu banyak kok. Doa, itu udah bener-bener bermanfaat dan berarti banget buat novi !!! Terkadang memang ingin mama ada di sini, di Bandung nemenin novi dan putri. Tapi karena gak mungkin, ya udah gak apa-apa… Mo gimana lagi ?? Mudah-mudahan satu saat nanti, mama mau kesini dan tinggal di sini. Udah dong ma, jangan nangis.. !!” ucapku berusaha menenangkannya.

“Iya nak,  mudah-mudahan segera..” jawab mama.

“Ya udah ma, sekarang novi ngajar lagi ya. Selamat Hari Ibu, ma….!! Jaga kesehatan dan jaga diri. Jangan jauh dari Allah, ya ma.. Novi dan putri sayang mama.” kalimatku menutup pembicaraan.

“Iya nak.. Kamu juga hati-hati. Jaga diri dan putri. Nanti kalo udah ada yang deket atau ngelamar kasih tahu mama !!” pesan standard mama yang beberapa bulan ini sering terucap bikin aku tersenyum. :p

Alhamdulillah… !!!

 

Lalu kuteruskan mengajar, menyelesaikan materi yang tertunda. Ku ucapkan terima kasih atas toleransi mahasiswa. Aku berharap, apapun yang terjadi pagi ini bisa jadi media pembelajaran buat kami semua yang terlibat di dalamnya. Agar bisa menjadi lebih baik, lebih berkualitas di mata Allah, dan lebih menghargai ibu atau orang tua. Amien…

 

Pesen moral : Selama kita masih ada kesempatan, tunjukkan atau ekspresikan penghormatan dan cinta yang ada kepada Ibu kita, pada Orang Tua kita, pada Istri (yang telah menjadi ibu dari anak-anak kita), dan pada para ibu dimanapun mereka dan siapapun mereka !!!

 

Selamat Hari Ibu untuk semua Para Ibu… 🙂

Semoga Allah selalu menjaga kalian dengan sebaik-baik penjagaan-Nya.

Semoga Allah selalu mengagungkan kalian dan mengakhirkan kalian di tempat yang paling agung nantinya.

Amien…

 

————————————————————

Semoga, novi bisa jadi ibu yang baik untuk putri !!

Amien…

 

 

Posted in Intermezzo.

Leave a Reply