Rumor Menggemparkan (1) : Terkejut

Tulisan ini tidak punya tujuan untuk membuat makin heboh informasi yang belakangan sedang ramai dibicarakan banyak orang, banyak kalangan, banyak media, sehingga banyak persepsi yang muncul, banyak keterangan yang dikeluarkan, banyak dampak yang ditimbulkan.

Tulisan ini mungkin malah akan membuat penilaian yang negatif terhadap saya.. kapasitas saya sebagai pribadi, sebagai muslim, sebagai seorang ibu, sebagai akademisi. Tapi insya Allah, niat yang menjadi dasar penulisan ini masih bisa dikategorikan baik : “introspeksi” dan berharap bisa menjadi bahan sharing atau diskusi lebih lanjut (jika diperlukan). Semoga Allah menuntun saya dalam memilih kata-kata yang tepat pada kalimat berikutnya.. Amien..

 

Berawal dari berita yang muncul di tayangan TV infotainment (suguhan penuh gosip, kata orang-orang yang anti-gosip. Suguhan penuh informasi, kata orang-orang yang haus akan informasi apapun, baik itu bermanfaat ataupun tidak.).

Informasi tentang berakhirnya kehidupan di bumi ini !!

Hah.. ?? Masya Allah !! Benarkah informasi itu ?? Ah.. Yang benar aja, masa informasi sepenting itu dimunculkan pada tayangan infotainment ?? Apa udah gak ada artis lagi, yang pantas dicari-cari jadi bahan gosip… Sehingga mencari hal-hal yang menjadi hak prerogatif Allah sebagai bahan gosip ?? Kalimat-kalimat seperti itu yang muncul dalam pikiran saya.

 

Keterkejutan dan kebingungan yang ada tidak membuat saya bergeming atau beranjak, mempersiapkan diri untuk ke kantor. Tetap bertahan di depan televisi, berharap ada informasi lain yang bisa saya masukkan dalam otak saya yang telmi (telat mikir). Sehingga pertanyaan-pertanyaan yang membingungkan tadi, bisa terjawab dengan sendirinya.

Semua yang diucapkan para cenayang, paranormal, pembaca kartu tarrot, dan orang ‘pintar’ di tayangan TV tersebut berhasil masuk dalam pikiran saya melalui telinga kiri, tapi tidak lama kemudian informasi tersebut keluar lagi melalui telinga kanan saya. Harusnya, tidak boleh ada informasi yang mengendap. Tidak boleh !!!

Cuma sayangnya, saya lupa. Teknik yang tepat, seharusnya informasi yang masuk harus dikeluarkan melalui telinga yang sama saat masuk. Bukan malah dari telinga yang lain. Akibatnya ada beberapa persen dari cerita mereka yang tetap mempengaruhi nalar saya. 🙁   *teori yang aneh…*

 

Kemudian kelompok scientist, pakar astrologi, pakar astronomi, LIPI, BMG, ahli sejarah juga ikut berbicara. Yang mereka bicarakan intinya sama tapi dengan dasar pemikiran dan logika pendukung yang berbeda. Penarikan kesimpulan yang bentuknya masih berupa sebuah hipotesa, dimana pembuktiannya hanya bisa dilakukan pada waktu yang dibicarakan atau waktu yang menjadi deadline terjadinya akhir kehidupan di bumi.

 

Kelompok kedua inilah yang memperkuat perekaman informasi ke long term memory saya. Data pendukung yang dipaparkan kelompok kedua meluluh lantahkan semangat kerja saya saat itu. Galau… Risau… Takut… Khawatir… Sedih… Bimbang…

Itulah yang saya rasakan, campur aduk semuanya !!!

Wajar kah ?? Manusiawi kah ?? Normal kah ?? Entahlah… Yang pasti, saya harus melakukan sesuatu untuk membuat semua rasa itu hilang atau berkurang sampai porsi yang semestinya.

Harus melakukan sesuatu … !!!

 

Going to next note !!

Posted in Intermezzo.

Leave a Reply